3.
Aplikasi Manajemen Resiko
Likuidasi Posisi, merupakan penentuan kapan harus keluar posisi disaat rugi
atau untung memiliki manajemen sendiri. Stop order adalah tindakan atau
perintah menutup posisi terbuka yang dipergunakan untuk merealisasikan target
keuntungan atau membatasi jumlah kerugian seorang trader atau investor dalam
setiap kali pengambilan keputusan trading
Keluar posisi dalam trading secara umum terbagi dalam dua katagori, yaitu :
a. Stop loss order
Stop loss order, yakni menutup posisi (close position) beli dibawah harga
masuk (open position) atau menutup
posisi jual diatas harga masuk yang dipergunakan untuk membatasi jumlah
kerugian trading.
Stop Loss
dapat di kategorikan menjadi dua, yaitu :
~ Equity dan Margin
Stop
Equity stop merupakan stop yang termudah, seorang trader atau investor dapat
menentukan stop level berdasarkan presentase atau jumlah tertentu dari
ekuitinya setiap kali melakukan transaksi.
Misalnya, seorang trader konservatif menetapkan 2% resiko
dari total equitynya dalam setiap kali transaksi. Jika equitynya berjumlah $10,000, maka stop setiap transaksi adalah $200 atau 20 poin
jika menggunakan 1 lot transaksi Euro. Persentase tersebut dapat disesuaikan
dengan karakter sendiri, namun ummumnya profesional menyarankan tidak melebihi
5% dari equity. Sehingga bahkan dalam 10 kali kesalahan trading sekalipun,
equity masih bertahan 50%.
Margin Stop, menentukan persentase stop berdasarkan margin. Seorang trader dapat
menggunakan 1 lot transaksi dan menentukan stop berdasarkan kemampuan modal
margin 1 lot, misal $1,000 setiap 1 lot transaksi. Metode ini membutuhkan
trader untuk memecah accountnya $10,000 menjadi 10 bagian transaksi.
Kedua model stop seperti ini, menyandarkan resiko pada
faktor internal penggunanya bukan dari eksternal, seperti misalnya penyesuaian
terhadap karakter dan fluktuasi pasar.
~ Technical Stop,
Cara menutup posisi yang dihitung / dianalisis berdasarkan kondisi
pasar. Penentuan stop jenis ini adalah yang paling direkomendasikan oleh trader
profesional. Technical stop dapat ditentukan berdasarkan kondisi indikator atau
oscillator tertentu, atau dapat dilakukan hanya melalui pengamatan pada grafik.
Cross moving average ke arah berlawanan atau Oscillator
yang telah mencapai area ekstrim merupakan contoh penggunaan indikator teknikal
dalam penentuan stoploss.
Aplikasi
Stop posisi dengan Menggunakan Indicator dan Oscillator
Demikian juga dengan hanya menggunakan grafik. Seorang
trader dapat menentukan titik stoploss berdasarkan area tertinggi atau terendah
baru (recent high or low). Dapat juga menentukannya berdasarkan batang/ bar
grafik yang mengalami klimaks, berdasarkan level support dan resisteance atau
berdasarkan garis trend yang terlewati.
Aplikasi
Stop posisi dengan Menggunakan Grafic Pattern
b. Take Profit
Take Profit
atau target, yakni menutup posisi (close
position) beli di atas harga masuk (open
position) atau menutup posisi jual di bawah harga masuk yang dipergunakan untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan
target trading yang telah
ditentukan
Biasanya
penentuan take profit atau target ini berdasarkan . Indicator / oscillator, dan
berdasarkan pergerakan. Namun ada konsep yang mengatakan bahwa batasi kerugian
dan biarkan keuntungan anda bertambah.
c. Trailing Stop
Trailing Stop adalah Stop yang terus berubah sesuai dengan kondisi
pasar, digunakan untuk mengunci keuntungan
Stop loss tidak harus statis, dapat juga berubah-ubah sesuai dengan kondisi
pasar. Setelah menentukan level stop awal (initial stop), seorang trader dapat
menyesuaikannya kembali. Stop ini sering disebut dengan trailing stop, yakni
perubahan level stop yang digunakan dengan tujuan untuk mengunci keuntungan dan
menjaganya agar tidak berubah menjadi
kerugian. Limit your losses and let your profit runs, ungkapan
yang sering disarankan oleh para profesional.
Trailing stop dilakukan dengan banyak cara, diantaranya dengan menggunakan
kelipatan poin (pips) setelah harga bergerak sesuai dengan harapan. Misalnya
seorang trader membeli Euro di level 1.4050 dan menentukan stop di harga
1.3950, trailing 50 poin.
Setelah harga bergerak ke level 1.4100, stop berubah menjadi 1.4000, dan
ketika harga mencapai level 1.4150, stop diubah menjadi 1.4050, demikian
seterusnya hingga terjadi koreksi lebih dari 50 poin, stop akan tersentuh
dengan posisi ekuiti yang positif.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar