Kekhawatiran mengenai krisis hutang Eropa kembali merebak di akhir pekan. Spanyol kini yang menjadi pusat perhatian. Setelah perbankannya meminta bailout, negara bagiannya kini juga meminta bailout. Tingkat imbal hasil obligasi Spanyol untuk tenor 10 tahun pun meroket ke atas level 7%. Ini salah satu indikasi kekhawatiran pasar. Indeks sahamnya pun (IBEX) terjungkal lebih dari 5% terkait masalah ini.
Pekan lalu data ekonomi penting menunjukkan bahwa perekonomian beberapa negara besar sedang dalam penurunan. Data penjualan ritel AS menunjukkan pelambatan, demikian pula data sentimen ekonomi Jerman dan zona euro. Buruknya data ini memunculkan kembali reaksi alih resiko atau risk aversion.
Sementara indikasi pelonggaran kuantitatif 3 (QE 3) tidak terlihat dari testimoni Gubernur Fed Ben Bernanke di depan parlemen AS yang membuat pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama dunia tidak berlangsung lama.
Isu negatif dari Eropa akhir pekan lalu tampaknya akan menjadi faktor penggerak pasar di awal minggu ini. Pelemahan kemungkinan akan terjadi terhadap aset-aset beresiko seperti indeks saham, komoditi dan mata uang ber-yield tinggi. Namun data-data ekonomi penting di pekan ini juga akan hadir sebagai market mover seperti data indeks manufaktur China dari HSBC, data iklim bisnis Jerman dari Ifo, data GDP Inggris dan AS, dan data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS. Para pelaku pasar akan mengkonfirmasi isu pelambatan ekonomi melalui data-data tersebut di atas. Konfirmasi ini akan memperbesar pelemahan di pasar keuangan.
EURUSD
Trend untuk EURUSD untuk seminggu kedepan adalah Bearish. EURUSD langsung dibuka turun di awal pekan dan membuka peluang bergerak di bawah 1.2000 pekan ini. Tekanan turun akan terjadi selama euro berada di bawah 1.2180. Potensi target penurunan di 1.2000.
GBPUSD
Trend GBPUSD untuk minggu depan adalah Bearish. GBPUSD searah dengan euro juga mendapat tekanan turun di awal pekan. Potensi penurunan di bawah level 1.5660 dengan potensi target penurunan ke area 1.5460. Bila bergerak kembali ke atas 1.5660, tekanan bullish akan kembali menuju area 1.5730
AUDUSD
Trend AUDUSD adalah Bearish. AUDUSD berpeluang melemah ke area 1.0200 – 1.0150 setelah tidak mampu bertahan di area 1.0440. Peluang rebound mungkin akan terjadi setelah mencapai area-area tersebut. Sementara
USDJPY
Trend USDJPY adalah Bearish. USDJPY berpeluang melanjutkan penurunan ke area 76.50 atau bahkan di bawah itu. Rebound mungkin terjadi di sekitar area 76an dan di atas 79.20, pasar berpotensi kembali ke area 80-81.
USDCHF
Trend USDCHF adalah Bullish. USDCHF berpotensi naik di atas 0.9420 dengan potensi target kenaikan ke area 1.0060. Di bawah 0.9420, tekanan korektif mungkin terjadi menuju area 0.9000.
XAUUSD
Trend XAUUSD adalah Sideways, Harga emas masih melakukan pergerakan konsolidatif namun dengan kecenderungan pelemahan.Area-area support masih menjadi area potensial untuk melakukan pembelian seperti di area 1567, 1558, 1540-1530. Di bawah 1530, potensi bearish berpotensi berlanjut ke 1480an.
OILUSD
Trend OILUSD adalah Sideways, Harga minyak mentah WTI sempat terangkat pekan lalu ke area $93 an akibat ketegangan di Timur Tengah terkait ancaman dari Iran dan perang saudara di Suriah serta dollar AS yang sempat melemah. Terkait isu krisis hutang di Eropa, minyak mentah berpotensi kembali ke area 85 per barel. Area $92 per barel menjadi area resisten.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar