Laman

Minggu, 30 September 2012

Trend 01102012 - 06102012


  Minggu lalu merupakan minggu kedua untuk mata uang Euro, Aussie,Poundsterling bahkan komoditas logam mulia mengalami penurunan setelah para bank sentral termasuk The FED (Federal Reserve), ECB (European Central Bank), BOE (Bank of England) dan BOJ (Bank of Japan) secara bertahap mengucurkan dana bagi pemulihan ekonomi masing - masing.

     

Senin, 24 September 2012

TREND 24092012 - 28092012


     Risk instrument mengalami konsolidasi dan tekanan turun pekan lalu. Eurforia stimulus bank sentral mulai memudar. Para pelaku pasar beralih ke isu pelambatan ekonomi dan krisis hutang Eropa.

     Data indeks PMI manufaktur negara-negara di kawasan Eropa masih menunjukkan penurunan aktivitas dan belum ada tanda-tanda membaik. Pelambatan di kawasan Eropa merambat ke China yang sebagian produksinya dipasarkan ke Eropa. Dua kawasan yang menjadi pasar utama China, Amerika Serikat dan Eropa, masih belum bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi dan berimbas pada pelambatan ekonomi di China. Isu ini kembali melemahkan risk instrument seperti harga komoditi, mata uang yang lebih beresiko dan indeks saham.

Senin, 17 September 2012

TREND 17092012 - 21092012


      US Federal Reserve menggebrak pasar keuangan dengan mengeluarkan kebijakan stimulus pelonggaran kuantitatif (QE) yang nilainya disinyalir akan menyamai kebijakan QE sebelumnya. Keputusan The Fed ini membuat dollar AS langsung melemah terhadap mata uang utama dunia dan menguatkan harga komoditi dan saham dengan signifikan.

Minggu, 09 September 2012

TREND 10092012 - 14092012


     Pekan ini akan menjadi pekan yang penuh dengan agenda penting yang sangat ditunggu pasar. Setelah pekan lalu instrumen beresiko mengalami reli panjang berkat naiknya ekspektasi dikeluarkannya kebijakan stimulus baru oleh Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), pekan ini akan menjadi pekan penentuan apakah ekspektasi tersebut akan menjadi kenyataan.

Minggu, 02 September 2012

TREND 03092012 - 07092012


     Ekspektasi dirilisnya kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE) oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) kembali mengemuka dari pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke pada pertemuan di Jackson Hole Jumat malam lalu (31/8). Para pelaku pasar menanggapi positif pidator ini terbukti dari menguatnya instrumen-instrumen beresiko beberapa saat setelah pidato.

     Namun Bernanke sekali lagi tidak mengungkapkan kapan waktunya. Bernanke membiarkan para pelaku pasar bertanya-tanya. Ini akan memunculkan spekulasi baru bahwa Fed kemungkinan tidak akan merilis kebijakan tersebut pada pertemuan Fed September (13/9) ini. Data Non-Farm Payroll AS Jumat ini akan menjadi market mover utama pekan ini dimana jika hasilnya di bawah ekspektasi pasar (121 ribu), ekspektasi QE akan kembali menguat.