Minggu lalu merupakan minggu kedua untuk mata uang Euro, Aussie,Poundsterling bahkan komoditas logam mulia mengalami penurunan setelah para bank sentral termasuk The FED (Federal Reserve), ECB (European Central Bank), BOE (Bank of England) dan BOJ (Bank of Japan) secara bertahap mengucurkan dana bagi pemulihan ekonomi masing - masing.
Spanyol, yang merupakan salah satu negara dengan ekonomi besar di regional eropa kembali menjadi pusat sorotan yang juga disusul oleh Yunani. Demonstrasi yang berlangsung di Spanyol dan Yunani meningkatkan kekawatiran Investor akan semakin buruknya situasi krisis yang baru saja mulai membaik oleh aksi ECB. Sampai saat ini Spanyol masih menunjukan keengganannya untuk meminta bailout dari ECB padahal permintaan bailout oleh Spanyol merupakan prasyarat bagi ECB untuk menekan biaya pinjaman melalui pembelian obligasi.Pada akhir September 2012, lembaga rating Moody diperkirakan akan mengeluarkan hasil yang negatif atas rating hutang Spanyol. Jika ini terjadi maka bisa dipastikan Euro akan kembali jatuh dengan semakin memburuknya keadaan ekonomi Spanyol dan Yunani.
Ekonomi secara global juga menimbulkan kekawatiran sendiri. Dengan Amerika Serikat yang masih berkutat dengan tingginya tingkat pengangguran dan lambatnya pertumbuhan ekonomi, lalu China sebagai negara dengan perekonomian yang tidak kalah besarnya dengan Amerika Serikat juga ikut melemah, ditambah krisis Eropa yang terus berlanjut. Kondisi ini tentunya membuat investor lebih berhati - hati menentukan pilihan investasinya. Apalagi menjelang kwartal terakhir penutupan tahun 2012 Investor ingin meminimalkan resiko investasinya untuk meraih hasil baik pada akhir tahun.
Mingggu depan akan menjadi minggu yang sibuk bagi semua negara dengan adanya berbagai event penting seperti Interest Rate, Unemployement rate dan beberapa data penting lainnya yang akan meramaikan pergerakan harga pada minggu depan.
EURUSD
Euro mencapai harga tertinggi minggu lalu pada 1.2988 sebelum akhirnya menyerah turun ke level terendah pada harga 1.2830.
Trend Bearish EURUSD ini masih bisa berlanjut. Terlihat dari sisi teknikal bahwa level resistance 1.3000 masih menjadi resistance kuat bagi EURUSD dan Jika EURUSD dapat menembus level support psikologis 1.2830 - 1.2800 maka EURUSD dapat terus melanjutkan penurunannya ke Level support di 1.2733, 1.2601, dan 1.2469. Sedangkan dari sisi fundamental, rating mengenai hutang Spanyol oleh Moody akan berpengaruh menentukan perjalanan Euro minggu depan.
AUDUSD
Aussie sempat mencapai level tertinggi pada harga 1.0473 sebelum kembali mengalami penurunan pada penutupan market di harga 1.0365.
Trend Sideway bagi AUDUSD masih dapat berlajut, Hal ini dapat dilihat dari sisi fundamental dimana penurunan AUDUSD terlihat sebagai koreksi dan merupakan imbas negatif dari krisis Eropa dan melemahnya China sebagai negara rekan perdagangan Australia. Sedangkan secara Teknikal AUDUSD pun masih berjalan sideway dan masih berpotensi untuk begerak di level harga 1.0300 - 1.0469, Walaupun masih ada kemungkinan bagi AUDUSD untuk membuat level High di areal 1.0516.
XAUUSD
Logam mulia menjadi salah satu komoditas yang mampu mempertahankan performanya biarpun masih ditutup dengan sedikit penurunan pada minggu lalu. Gold Spot mencapai harga tertingginya pada harga 1783.05 dan sempat merosot sampai ada harga 1736.80.
Posisi kami Bullish bagi XAUUSD. Terlihat bahwa Emas enggan untuk turun terlalu jauh tetapi juga belum memperoleh tenaga untuk menembus level 1800.00. Emas terlihat dapat meneruskan pergerakan sideway nya dengan kecenderungan bullish. Level resistance sekarang ini masih kepada harga tertinggi minggu lalu di 1787.25 sampai dengan level psikologis 1800.00.
GBPUSD
Pound juga ikut turun seiring dengan melemahnya EURUSD. GBPUSD sempat mencoba menembus level 1.6273 namun gagal dan pada hari jumat turun deras ke harga 1.6115.
Trend bagi GBPUSD untuk minggu depan adalah Sideway, Walaupun dari sisi fundamental poundsterling akan terpengaruh oleh kondisi pelemahan Euro sehingga biarpun bergerak di dalam koridor koreksi mingguan, GBPUSD memiliki kecenderungan Bearish yang sangat besar. Namun apabila kita lihat dari sisi teknikal dapat terlihat bahwa gerakan penurunan ini masih termasuk koreksi mingguan. Namun jika GBPUSD dapat menembus level terendah minggu lalu yaitu di 1.6115 dan level 1.6090 berhasil ditembus maka potensi Bearish akan menuju ke harga 1.5958 - 1.5851.
Untuk minggu depan kemungkinan akan terjadi volatilitas yang besar, hal ini di dukung dengan banyaknya pengumuman data fundamental penting dari semua negara terutama Amerika Serikat dengan data payroll dan tingkat penganggurannya.
HappY TradinG ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar