Notulen rapat kebijakan Federal Reserve Bank Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal FOMC minutes membuka tabir bahwa dalam rapat tersebut para anggota membicarakan dengan intensif kemungkinan dikeluarkannya kebijakan pelonggaran kuantitatif. Ekspektasi ini langsung membuat dollar AS melemah terhadap mata uang utama dunia dan komoditi serta mengangkat bursa saham.
Jadi rencana kebijakan pelonggaran kuantitatif bukan lagi persoalan apakah akan diadakan atau tidak, tapi sekarang sudah menjadi: kapan akan dikeluarkan. Dalam rapat tersebut didiskusikan segala tools yang bisa digunakan untuk melakukan pelonggaran moneter. Penegasan pelonggaran moneter juga tertulis dalam surat jawaban atas pertanyaan anggota parlemen dari Partai Republik, Darrel Issa, Gubernur Bank Sentral Ben Bernanke mengemukakan bahwa ada ruang untuk mengambil langkah lanjutan oleh Federal Reserve untuk melonggarkan kondisi keuangan dan memperkuat pemulihan ekonomi.
Di sisi lain, optimisme yang berkembang seputar solusi krisis hutang Eropa kembali memudar karena masih adanya pertentangan masalah pembelian obligasi dan belum adanya kepastian mengenai terbentuknya lembaga bailout permanen Eropa, European Stability Mechanism (ESM).
Pekan ini, pasar menantikan pidato Ben Bernanke pada pertemuan di Jackson Hole Symposium Jumat pekan ini (31/8). Bila Ben Bernanke mengindikasikan perlunya kebijakan pelonggaran moneter, dollar tentu akan kembali mendapatkan tekanan. Data penting lainnya seperti data survei iklim bisnis Jerman oleh Ifo dan GDP Q2 AS berpotensi menjadi market mover pekan ini.
EURUSD
Trend EURUSD pada minggu ini adalah sideway, hal ini dapat dilihat dari pergerakan EURUSD pada penutupan pasar jum'at kemarin yang mulai melemah dan mulai melakukan koreksi. Potensi koreksi ke area support di 1.2440 sangatlah besar, bila area ini tertembus maka akan membuka koreksi lanjutan ke area 1.2300. Sementara resisten terdekat di 1.2590. Penembusan resisten bisa membawa euro ke area 1.2690.
GBPUSD
GBPUSD mulai melakukan konsolidasi setelah reli hingga 1.5912. Level support di kisaran 1.5770. Penembusan support bisa membawa sterling ke area 1.5630. Sementara penembusan resisten di 1.5912 bisa membawa pounds ke area 1.6070.
USDJPY
USDJPY kembali mencoba menguji level support kuat di 77.80. Penembusan support berpotensi membawa pasangan mata uang ini ke level 76.50. Sementara penembusan level resisten 79.00 membuka jalan USD/JPY kembali ke area 80.00
AUDUSD
AUDUSD terus melemah terkait ekspektasi bank sentral akan mengeluarkan kebijakan untuk mendepresisasi penguatan aussie yang dipandang sudah mengganggu pertumbuhan ekonomi. Pelemahan ini berpotensi membawa aussie terkoreksi hingga 1.0120-80. Bullish trend dapat kembali jika aussie menembus kembali resisten di 1.0450.
USDCHF
USDCHF dapat kembali menguat jika berhasil melewati resisten di 0.9660 dengan potensi target ke area 0.9800. Pelemahan lanjutan terjadi hanya jika swissie berhasil menembus kembali level support di 0.9530. Dengan potensi target ke area 0.9400.
XAUUSD
Harga emas mencoba berkonsolidasi di antara level 1662-1674 setelah berhasil menembus batas atas pola Triangle. Bila mampu bertahan, emas bisa menguat lebih lanjut mendekati area 1700. Sebaliknya, bila berhasil menembus 1662, koreksi pertama akan ke area 1652, kemudian selanjutnya ke 1640.
OILUSD
Harga minyak mentah masih bertahan di level 97.00. Penguatan lanjut akan terjadi jika berhasil menembus level 98.30 dengan potensi target ke area $100 per barel. Namun koreksi bisa saja terjadi ke area 91.70 jika berhasil menembus level support di 94.70.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar